BACAAKU.COM PALEMBANG – Hujan lebat akhirnya mengguyur sejumlah kawasan Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Setelah lebih dari tiga bulan menghadapi kemarau panjang, masyarakat menyambut turunnya hujan dengan penuh rasa syukur.
Hujan ini membawa harapan baru bagi warga yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain mengurangi debu di udara, masyarakat berharap hujan dapat membantu memadamkan titik api di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Warga Lega Setelah Lama Menunggu Hujan
Sejumlah kawasan Palembang mulai menerima guyuran hujan pada Sabtu sore. Warga Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, menjadi salah satu kelompok masyarakat yang menyambut baik perubahan cuaca tersebut.
Seorang warga bernama Fudin mengungkapkan rasa syukurnya karena hujan akhirnya turun setelah kemarau panjang. Menurutnya, kondisi kering selama beberapa bulan terakhir menyulitkan masyarakat, terutama warga yang membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, kabut asap akibat karhutla juga mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, warga berharap hujan kali ini dapat membawa perubahan nyata terhadap kondisi lingkungan.
Yuli, warga Kelurahan 8 Ulu, juga menyampaikan bahwa sebagian masyarakat harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan harian selama musim kering. Dengan turunnya hujan, warga berharap kondisi tersebut berangsur membaik.
BMKG Jelaskan Faktor Pemicu Hujan
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, menjelaskan bahwa pengamatan atmosfer telah menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan.
Berdasarkan pengamatan BMKG pada Sabtu pagi, dinamika atmosfer mendukung pembentukan awan yang menghasilkan hujan. Pergerakan udara vertikal juga membantu memecah lapisan inversi, yaitu lapisan atmosfer yang dapat menahan polutan asap di dekat permukaan tanah.
Di samping faktor atmosfer, tim gabungan juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Tim menggunakan bahan semai untuk membantu proses pembentukan hujan sesuai kondisi atmosfer yang tersedia.
Upaya tersebut bertujuan membantu mengatasi kabut asap yang menyelimuti Palembang dan sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Hujan Diharapkan Membantu Mengurangi Kabut Asap
Turunnya hujan memberikan harapan bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kualitas udara buruk. Air hujan dapat membantu membersihkan sebagian partikel di udara sekaligus membasahi vegetasi dan lahan yang kering.
Namun, hujan belum tentu langsung menghilangkan seluruh kabut asap. Dampaknya bergantung pada intensitas, durasi, dan sebaran hujan serta aktivitas kebakaran yang masih berlangsung.
Oleh sebab itu, petugas tetap perlu menangani titik api dan mencegah munculnya kebakaran baru. Masyarakat juga perlu menghindari pembakaran sampah atau pembukaan lahan menggunakan api.
Warga Tetap Perlu Waspada
Meskipun hujan membawa kabar baik, masyarakat sebaiknya tetap memperhatikan informasi kualitas udara dan cuaca dari instansi resmi.
Jika kabut asap masih terasa, warga dapat mengurangi aktivitas berat di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai saat harus bepergian. Anak-anak, lansia, serta orang yang mengalami gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus.
Pada akhirnya, hujan kali ini menjadi angin segar bagi warga Palembang setelah menghadapi kemarau panjang. Masyarakat berharap hujan kembali turun secara merata agar kabut asap berkurang, lahan menjadi lebih basah, dan aktivitas sehari-hari dapat berlangsung lebih nyaman.










