Beranda / Internasional / Jerebu Kembali Selimuti Singapura, Kualitas Udara Memburuk

Jerebu Kembali Selimuti Singapura, Kualitas Udara Memburuk

Jerebu singapura

BACAAKU.COM SINGAPURA, 25 Oktober 2026 – Kualitas udara di sejumlah wilayah Singapura memburuk akibat jerebu atau kabut asap lintas batas yang terpantau bergerak dari Sumatra. Meski konsentrasi partikel halus PM2.5 per jam kembali ke tingkat normal pada Minggu pagi, indeks pencemaran udara selama 24 jam masih berada pada kategori tidak sehat di beberapa wilayah.

The Straits Times melaporkan bahwa pada pukul 13.00 waktu setempat, indeks PSI 24 jam mencapai 106 di wilayah timur, 124 di wilayah barat, dan 104 di kawasan tengah. Sementara itu, wilayah utara mencatat PSI 99 dan wilayah selatan 97.

Asap dari Sumatra Terpantau Bergerak ke Singapura

Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) menyebut kondisi kering dan pergerakan angin berperan dalam membawa asap lintas batas ke wilayah negara tersebut.

Kabut asap juga terpantau di Kalimantan. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak kebakaran lahan dapat meluas melampaui wilayah tempat kebakaran terjadi.

NEA memperkirakan indeks PSI 24 jam berada pada kisaran 80–130 untuk Minggu, sehingga kualitas udara berpotensi berkisar dari sedang hingga tidak sehat.

Warga Diminta Membatasi Aktivitas Berat di Luar Ruangan

Pemerintah Singapura mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas luar ruangan.

Anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan jantung atau paru-paru perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga disarankan memantau pembacaan PM2.5 per jam untuk menentukan apakah aktivitas di luar ruangan perlu dikurangi.

Hujan Berpotensi Membantu Memperbaiki Kondisi

NEA menyatakan bahwa hujan dan perubahan arah angin berpotensi mengurangi perpindahan asap ke Singapura. Meski demikian, kualitas udara dapat tetap memburuk di wilayah yang mengalami cuaca kering berkepanjangan.

Perkembangan jerebu ini kembali menyoroti pentingnya penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Asia Tenggara. Koordinasi lintas negara menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.

Sumber: The Straits Times dan Channel NewsAsia, 25 Oktober 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *