Beranda / Internasional / Demo Prancis Memanas, 1.314 Orang Ditangkap

Demo Prancis Memanas, 1.314 Orang Ditangkap

demo Prancis hari ini

PARIS, 25 Oktober 2026 — Gelombang demonstrasi kembali mengguncang Prancis pada Sabtu (24/10). Ratusan ribu orang turun ke jalan untuk memprotes mahalnya biaya hidup, meningkatnya harga bahan bakar, serta memburuknya kondisi sekolah dan layanan publik.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sekitar 410.000 demonstran di seluruh negeri, termasuk 110.000 orang di Paris. Sementara itu, serikat pekerja CGT memperkirakan jumlah peserta mencapai sekitar 800.000 orang secara nasional. Perbedaan angka tersebut menunjukkan adanya selisih perhitungan antara pemerintah dan penyelenggara aksi.

Massa Protes Biaya Hidup dan Kondisi Sekolah

Aksi massa melibatkan pelajar, mahasiswa, pekerja, guru, serta sejumlah kelompok masyarakat. Para demonstran menuntut perbaikan fasilitas sekolah, penambahan tenaga pengajar, peningkatan daya beli, dan perlindungan layanan publik.

Gelombang protes ini berkembang dari aksi pelajar yang sebelumnya menuntut tambahan anggaran pendidikan. Seiring waktu, tuntutan massa meluas ke persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Bentrokan Pecah di Sejumlah Kota

Meski sebagian besar demonstrasi berlangsung damai, bentrokan terjadi di beberapa wilayah, termasuk Paris dan Marseille. Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kelompok yang terlibat kerusuhan.

Pemerintah Prancis mengerahkan sekitar 70.000 personel keamanan untuk mengawal aksi. Kementerian Dalam Negeri melaporkan 1.314 orang ditangkap hingga Minggu pagi waktu setempat. Sebanyak 53 anggota aparat keamanan juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Pemerintah menyebut kerusakan dan penjarahan jauh berkurang dibandingkan aksi pada pekan sebelumnya. Namun, aparat masih menyelidiki sejumlah insiden yang terjadi selama demonstrasi.

Serikat Pekerja Siapkan Aksi Lanjutan

Ketegangan belum sepenuhnya mereda. Sejumlah kelompok demonstran dan serikat pekerja menyerukan aksi lanjutan pada 31 Oktober 2026. Mereka juga merencanakan pemogokan nasional pada 5 November untuk mendesak pemerintah merespons tuntutan masyarakat.

Situasi ini menjadi tantangan bagi pemerintahan Presiden Emmanuel Macron, terutama karena tuntutan demonstran mencakup persoalan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.

Perkembangan berikutnya akan bergantung pada respons pemerintah serta hasil dialog dengan perwakilan pelajar dan serikat pekerja. Jika tuntutan belum menemukan titik temu, Prancis berpotensi kembali menghadapi gelombang demonstrasi dalam beberapa hari mendatang.

 

Sumber: Reuters, 25 Oktober 2026; Kementerian Dalam Negeri Prancis, 25 Oktober 2026.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *