Beranda / Lubuklinggau / Air Sumur Susut, Warga Lubuklinggau Terpaksa Mandi di Sungai

Air Sumur Susut, Warga Lubuklinggau Terpaksa Mandi di Sungai

Air Sumur Susut, Warga Lubuklinggau Terpaksa Mandi di Sungai

BACAAKU.COM – Musim kemarau berkepanjangan mulai menyulitkan warga Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sejumlah sumur rumah tangga mengalami penurunan debit sehingga warga harus menghemat air setiap hari.

Kondisi ini dirasakan warga Kelurahan Baru Urip. Mereka mulai memanfaatkan Sungai Kelingi untuk mandi dan mencuci pakaian.

Sementara itu, warga menghemat air sumur untuk memasak dan mencuci peralatan makan. Sebagian keluarga juga membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari.

Sumur Warga Mulai Kehabisan Air

Salah seorang warga Kelurahan Baru Urip, Ahirul, mengungkapkan bahwa sumur di rumahnya masih mengeluarkan air. Namun, jumlahnya semakin sedikit.

Menurut Ahirul, ia hanya bisa menyedot air sumur selama sekitar 20 menit sehari. Karena itu, keluarganya harus mengatur pemakaian air agar kebutuhan penting tetap terpenuhi.

Kondisi tersebut memaksa warga mengubah kebiasaan sehari-hari. Mereka memilih pergi ke Sungai Kelingi untuk mandi dan mencuci pakaian karena air di rumah tidak lagi mencukupi.

Situasi ini menambah beban warga selama musim kemarau. Mereka harus meluangkan waktu dan tenaga untuk mencari sumber air alternatif.

Debit Sungai Turun, Distribusi PDAM Terganggu

Krisis air tidak hanya menyulitkan pengguna sumur. Penurunan debit sumber air baku juga mengganggu layanan PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau.

Dalam laporan pada 21 Oktober 2026, pihak PDAM menyebut debit Sungai Apur turun hampir 50 persen dari kondisi normal. Sungai tersebut biasanya menghasilkan debit sekitar 40 liter per detik.

Penurunan debit itu memengaruhi sekitar 2.000 pelanggan di sejumlah wilayah. Kawasan terdampak mencakup Watas, Kayu Ara, sebagian Jalan Yos Sudarso, Bandung Ujung, dan Bandung Kiri.

Selain Sungai Apur, debit Sungai Kelingi dan Sungai Mesat juga mengalami penurunan. Petugas PDAM melakukan pembersihan instalasi pengambilan air dan mengangkat endapan lumpur untuk menjaga kelancaran operasional.

Warga Berharap Hujan Segera Turun

Warga berharap hujan segera turun agar persediaan air sumur kembali meningkat. Mereka juga mengharapkan PDAM menjaga kelancaran distribusi selama musim kemarau.

Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap keluarga. Kekurangan air dapat mengganggu aktivitas rumah tangga sekaligus meningkatkan risiko masalah kebersihan.

Karena itu, pemerintah daerah dan PDAM perlu memantau sumber air serta menyiapkan bantuan bagi warga yang mengalami kesulitan. Langkah tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air selama kemarau.

Di sisi lain, warga perlu menggunakan air secara bijak. Mereka dapat mengutamakan kebutuhan memasak, minum, dan kebersihan diri agar persediaan yang tersisa bertahan lebih lama.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *