Beranda / Nasional / Mengenal Trenggiling, Hewan Bersisik Unik yang Terancam Punah Akibat Perburuan Liar

Mengenal Trenggiling, Hewan Bersisik Unik yang Terancam Punah Akibat Perburuan Liar

Trenggiling

BACAAKU.COM – Trenggiling merupakan salah satu satwa paling unik di dunia. Tubuhnya memiliki sisik keras yang melindungi hampir seluruh bagian punggung hingga ekornya. Namun, di balik penampilannya yang menarik, hewan ini menghadapi ancaman serius akibat perburuan dan perdagangan ilegal.

Trenggiling termasuk mamalia pemakan semut dan rayap. Hewan ini menggunakan lidah panjang dan lengket untuk menangkap serangga yang menjadi makanan utamanya.

Ketika menghadapi ancaman, trenggiling akan menggulung tubuhnya hingga menyerupai bola. Sisik keras pada tubuhnya berfungsi sebagai pelindung alami dari predator.

Trenggiling Indonesia Memiliki Peran Penting bagi Alam

Indonesia memiliki spesies trenggiling Sunda atau Manis javanica. Satwa ini hidup di kawasan Asia Tenggara, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan beberapa wilayah lainnya.

Trenggiling membantu menjaga keseimbangan ekosistem dengan memangsa semut dan rayap. Aktivitas makannya turut mengendalikan populasi serangga di habitat alami.

Hewan ini juga memiliki kebiasaan hidup menyendiri dan lebih aktif pada malam hari. Trenggiling biasanya mencari makanan di sekitar tanah, akar pohon, serta sarang serangga.

Perburuan Ilegal Mengancam Populasi Trenggiling

Perburuan liar menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup trenggiling. Sebagian pelaku perdagangan ilegal memburu satwa ini untuk mengambil sisik dan dagingnya.

Jaringan perdagangan satwa liar bahkan menjadikan trenggiling sebagai salah satu mamalia yang paling banyak diperdagangkan secara ilegal di dunia.

Kondisi tersebut membuat populasi trenggiling terus menghadapi tekanan. Hilangnya habitat akibat pembukaan hutan juga memperburuk ancaman terhadap kelangsungan hidupnya.

Trenggiling Masuk Daftar Satwa Terancam Punah

International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan trenggiling Sunda ke dalam kategori Critically Endangered atau kritis, yaitu satu tingkat sebelum kategori punah di alam liar.

Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) juga memasukkan seluruh spesies trenggiling ke dalam Appendix I. Ketentuan ini melarang perdagangan internasional komersial terhadap trenggiling yang berasal dari alam.

Masyarakat Bisa Ikut Melindungi Trenggiling

Upaya pelestarian trenggiling membutuhkan dukungan pemerintah, petugas konservasi, dan masyarakat.

Masyarakat dapat membantu melindungi satwa ini dengan tidak membeli produk berbahan sisik atau bagian tubuh trenggiling.

Jika menemukan aktivitas perburuan atau perdagangan satwa liar, warga dapat melaporkannya kepada petugas berwenang.

Melindungi trenggiling bukan hanya menyelamatkan satu jenis hewan, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem hutan Indonesia.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *