BACAAKU.COM YOGYAKARTA – Demonstrasi yang mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda di Yogyakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026, berujung ricuh pada malam hari. Kericuhan terjadi di kawasan Malioboro, terutama di depan Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sebelumnya, mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Mereka berkumpul di depan Gedung DPRD DIY, kawasan Kantor Gubernur DIY, dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Namun, situasi berubah setelah sekelompok massa berpakaian hitam bergerak kembali menuju Gedung DPRD DIY sekitar pukul 18.15 WIB. Menurut laporan Tirto, kelompok tersebut menerobos area gedung dan melempari petugas kepolisian yang berjaga.
Massa Bakar Pembatas Jalan
Kericuhan memicu ketegangan di sekitar Gedung DPRD DIY. Sejumlah orang melemparkan kembang api dan benda ke arah petugas. Massa juga membakar sejumlah pembatas jalan di kawasan tersebut.
Akibat situasi itu, sejumlah toko di kawasan Malioboro memilih menutup usaha lebih awal. Langkah tersebut mereka ambil untuk mengantisipasi risiko selama kericuhan berlangsung.
Sementara itu, aparat kepolisian tetap berjaga di sekitar gedung DPRD. Hingga malam hari, petugas masih memantau situasi dan berupaya mengendalikan kondisi di lapangan.
Mahasiswa Sampaikan Kritik kepada Pemerintah
Sebelum kericuhan terjadi, mahasiswa bersama aktivis, akademisi, dan kelompok masyarakat lainnya menyampaikan berbagai aspirasi. Mereka menyoroti pengelolaan anggaran negara, persoalan lingkungan, penegakan hukum, serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Selain itu, para peserta aksi mendesak pemerintah agar lebih serius menanggapi persoalan publik. Momentum Hari Sumpah Pemuda juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menyuarakan harapan terhadap masa depan Indonesia.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar, turut hadir dalam aksi tersebut. Ia menyoroti kualitas tata kelola pemerintahan dan pentingnya pemerintah mendengarkan kritik masyarakat.
Polisi Tetap Berjaga di Kawasan Malioboro
Kericuhan pada malam hari membuat situasi di sekitar Gedung DPRD DIY dan Malioboro menjadi perhatian aparat keamanan. Petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi gangguan lanjutan.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi perlu berlangsung secara damai agar masyarakat tetap aman dan aktivitas umum tidak terganggu. Di sisi lain, pemerintah juga perlu membuka ruang dialog untuk menanggapi tuntutan masyarakat.
Sumber: Tirto dan Media Indonesia, laporan demonstrasi Yogyakarta pada 28 Oktober 2026.










