Beranda / Nasional / Aktivitas Gunung Lewotobi Menurun, Tetap Status Waspada

Aktivitas Gunung Lewotobi Menurun, Tetap Status Waspada

Aktivitas Gunung Lewotobi Menurun, Tetap Status Waspada

BACAAKU.COM – Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan tren penurunan selama periode 1–15 Oktober 2026. Meski demikian, pemerintah tetap menetapkan status gunung api tersebut pada Level II atau Waspada karena aktivitas di dalam tubuh gunung masih berlangsung.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman S. Boro, menjelaskan bahwa sejumlah parameter kegempaan mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Namun, kondisi tersebut belum menghilangkan potensi erupsi.

Gempa Vulkanik Mengalami Penurunan

Data pemantauan periode 1–15 Oktober 2026 menunjukkan penurunan pada beberapa jenis gempa vulkanik.

Gempa vulkanik dalam turun dari 92 menjadi 65 kejadian. Sementara itu, gempa frekuensi rendah berkurang dari 70 menjadi 44 kejadian. Gempa harmonik juga turun dari delapan menjadi dua kejadian.

Di sisi lain, petugas mencatat 33 kejadian gempa embusan dan 282 kejadian tremor nonharmonik selama periode tersebut.

Pengamatan visual menunjukkan gunung terkadang terlihat jelas dan terkadang tertutup kabut. Asap kawah utama tampak berwarna putih dengan ketinggian sekitar 50–200 meter di atas puncak.

Status Waspada, Warga Dilarang Mendekati Kawah

Meskipun sejumlah parameter kegempaan menurun, dinamika fluida dan gas di dalam tubuh gunung masih berlangsung. Karena itu, pemerintah mempertahankan status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level II atau Waspada.

Petugas melarang masyarakat dan wisatawan melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi. Warga juga perlu mengikuti informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api dan instansi terkait.

Selain potensi erupsi, masyarakat perlu mengantisipasi banjir lahar hujan, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Delapan Wilayah Perlu Mewaspadai Lahar Hujan

Petugas mengingatkan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki agar meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras.

Delapan wilayah yang perlu memperhatikan potensi lahar hujan meliputi:

  • Dulipali
  • Padang Pasir
  • Nobo
  • Klatanlo
  • Hokengjaya
  • Boru
  • Nawakote
  • Nurabelen

Warga sebaiknya menghindari aliran sungai ketika hujan deras dan segera mengikuti arahan petugas jika kondisi menunjukkan tanda bahaya.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Siaga

Penurunan aktivitas vulkanik menjadi perkembangan positif, tetapi masyarakat tidak boleh mengabaikan risiko erupsi. Petugas akan terus memantau aktivitas gunung melalui pengamatan visual dan instrumen kegempaan.

Masyarakat juga perlu memeriksa informasi terbaru dari Badan Geologi, PVMBG, dan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki sebelum melakukan kegiatan di sekitar kawasan gunung.

Pemerintah mengimbau warga tetap tenang, mematuhi batas aman, dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *