Beranda / Technology / Data Center AI Rp3,5 Triliun Disetop Sementara

Data Center AI Rp3,5 Triliun Disetop Sementara

Proyek Data Center AI BDx Rp 3,5 T di Jatiluhur Disetop, Komdigi Minta Lokasi Dikaji Ulang

BACAAKU.COM – Pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx Data Centers di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Pemerintah Jawa Barat menghentikan sementara proyek senilai sekitar Rp3,5 triliun tersebut karena sejumlah dokumen perizinan belum rampung.

Proyek yang dikenal sebagai AI Campus 2 (CGK4) itu rencananya memiliki kapasitas hingga 640 megawatt (MW). BDx memulai pembangunan fasilitas tahap awal dengan kapasitas 120 MW dan menargetkan pengoperasian tahap pertama pada awal 2027.

AMDAL dan PBG Belum Rampung

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta pengembang menghentikan pembangunan sementara setelah menemukan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum selesai.

Dedi menegaskan pemerintah tidak menolak investasi tersebut. Namun, pengembang harus memenuhi seluruh persyaratan sebelum melanjutkan pembangunan.

Pemerintah juga meminta kajian lingkungan melihat dampak proyek terhadap kawasan Jatiluhur. Langkah tersebut penting karena fasilitas data center dalam skala besar membutuhkan pasokan energi dan air dalam jumlah besar.

Kebutuhan Air Jadi Sorotan

Kebutuhan air menjadi salah satu perhatian utama dalam proyek tersebut. Saat beroperasi penuh, fasilitas BDx diproyeksikan membutuhkan sekitar 384 liter air per detik, atau sekitar 33.000 meter kubik per hari.

Pemerintah ingin memastikan kebutuhan tersebut tidak mengganggu pasokan air untuk masyarakat maupun sektor pertanian di sekitar Jatiluhur.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid juga menilai pemerintah perlu mempertimbangkan faktor air dan energi sejak tahap awal ketika menentukan lokasi pembangunan data center.

Kapasitas Bisa Mencapai 640 MW

BDx merancang proyek Jatiluhur dalam beberapa tahap. Total kapasitasnya dapat mencapai 640 MW dengan pembangunan enam gedung secara bertahap.

Besarnya kapasitas tersebut menunjukkan ambisi pengembang untuk menjadikan fasilitas itu sebagai salah satu pusat komputasi AI berskala besar di Indonesia. Proyek ini juga mendapat dukungan pasokan listrik sekitar 845 MVA dari PLN.

Pemerintah Cari Titik Tengah

Penghentian sementara proyek Jatiluhur menunjukkan tantangan yang muncul ketika Indonesia mempercepat pembangunan infrastruktur AI.

Di satu sisi, data center membutuhkan kapasitas komputasi yang semakin besar seiring pertumbuhan AI dan ekonomi digital. Di sisi lain, pemerintah harus memastikan proyek tersebut tidak mengganggu kebutuhan air, energi, lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Komdigi kini mendorong pemerintah untuk melakukan kajian lintas sektor sejak awal sebelum menentukan lokasi pembangunan data center. Dengan pendekatan tersebut, investasi teknologi tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan daya dukung lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *