BACAAKU.COM – Banyak orang mengaitkan gangguan pendengaran dengan usia lanjut dan suara keras. Padahal, beberapa kebiasaan sehari-hari juga bisa meningkatkan risiko gangguan pada telinga.
Ahli saraf dari The Ohio State University Wexner Medical Center, Nick Andresen, menjelaskan sejumlah faktor yang sering luput dari perhatian. Faktor tersebut meliputi kebiasaan merokok, penggunaan obat tertentu, tekanan darah tinggi dan paparan suara dalam waktu lama.
1. Merokok
Merokok tidak hanya meningkatkan risiko penyakit paru-paru dan jantung. Kebiasaan tersebut juga bisa mengganggu kesehatan telinga bagian dalam.
Asap rokok membawa berbagai zat beracun yang dapat mengganggu aliran oksigen ke jaringan tubuh. Kondisi tersebut bisa memengaruhi jaringan telinga yang berperan dalam proses pendengaran.
Semakin sering seseorang merokok, semakin besar pula paparan zat berbahaya yang masuk ke tubuh. Karena itu, berhenti merokok menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk pendengaran.
2. Terlalu Sering Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri
Penggunaan obat pereda nyeri juga perlu mendapat perhatian. Kelompok obat NSAID, seperti aspirin dan ibuprofen, dapat menimbulkan risiko tertentu jika seseorang menggunakannya dalam dosis tinggi atau dalam jangka panjang.
Aspirin dalam dosis tinggi, misalnya, dapat memicu telinga berdenging atau tinnitus. Penggunaan obat secara berlebihan juga bisa meningkatkan risiko gangguan pendengaran.
Gunakan obat sesuai dosis dan petunjuk tenaga kesehatan. Jika Anda rutin mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan penggunaannya kepada dokter sebelum melakukan perubahan.
3. Membiarkan Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi juga bisa mengganggu kesehatan pendengaran. Hipertensi dapat merusak pembuluh darah kecil yang memasok darah ke berbagai bagian tubuh, termasuk telinga bagian dalam.
Telinga bagian dalam memiliki sel rambut yang membantu mengubah getaran suara menjadi sinyal untuk otak. Gangguan aliran darah dapat mengganggu fungsi sel tersebut dan kemudian memengaruhi kemampuan seseorang dalam mendengar.
Karena itu, masyarakat perlu memantau tekanan darah secara rutin. Pola makan sehat, aktivitas fisik dan pengobatan sesuai anjuran dokter dapat membantu mengendalikan tekanan darah.
4. Terlalu Lama Terpapar Suara
Paparan suara keras dalam waktu lama menjadi salah satu faktor yang paling mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan headphone dengan volume tinggi, suara mesin, perkakas listrik, konser dan lingkungan kerja yang bising dapat memberikan tekanan berlebih pada sistem pendengaran.
Kebiasaan mendengarkan musik menggunakan earphone dalam waktu lama juga perlu mendapat perhatian. Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat menerapkan prinsip 60-60, yaitu menjaga volume perangkat audio sekitar 60 persen dan membatasi penggunaan hingga sekitar 60 menit sebelum memberikan waktu istirahat bagi telinga.
Jaga Pendengaran Sejak Sekarang
Menjaga kesehatan pendengaran tidak hanya membutuhkan perlindungan dari suara keras. Berhenti merokok, menggunakan obat secara bijak, mengontrol tekanan darah dan mengurangi paparan suara berlebihan juga penting.
Perhatikan tanda-tanda seperti telinga sering berdenging, suara terdengar lebih kecil atau kesulitan mengikuti percakapan. Jika kondisi tersebut terus muncul, periksakan pendengaran kepada tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.










