Beranda / Health / WHO Peringatkan Dunia Kekurangan 11,1 Juta Tenaga Kesehatan pada 2030, Dokter Terancam Pensiun Massal

WHO Peringatkan Dunia Kekurangan 11,1 Juta Tenaga Kesehatan pada 2030, Dokter Terancam Pensiun Massal

kekurangan tenaga kesehatan 2030

BACAAKU.COM JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman kekurangan tenaga kesehatan di berbagai negara. Dalam laporan terbarunya, WHO memproyeksikan dunia akan mengalami kekurangan sekitar 11,1 juta tenaga kesehatan pada 2030.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kebutuhan pelayanan medis terus meningkat. Sementara itu, sejumlah negara menghadapi persoalan distribusi tenaga medis yang tidak merata dan banyak tenaga kesehatan senior mendekati masa pensiun.

Laporan bertajuk National Health Workforce Accounts: Health Workforce Levels and Trends 2026 yang terbit pada 18 September 2026 mengungkapkan bahwa jumlah tenaga kesehatan dunia sebenarnya terus bertambah. Namun, pertumbuhan tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh penduduk secara merata.

Hampir 1 dari 4 Dokter Berusia di Atas 55 Tahun

WHO mengungkapkan bahwa hampir satu dari empat dokter di dunia telah berusia lebih dari 55 tahun. Data dari 122 negara menunjukkan bahwa banyak dokter berpotensi memasuki masa pensiun dalam satu dekade mendatang.

Situasi ini semakin mengkhawatirkan di negara berpenghasilan tinggi. Di kelompok negara tersebut, hampir satu dari tiga dokter sudah berusia di atas 55 tahun.

Jika banyak dokter senior pensiun tanpa pengganti yang cukup, rumah sakit dan fasilitas kesehatan berisiko menghadapi kekurangan tenaga medis.

Jumlah Tenaga Kesehatan Terus Bertambah, tetapi Belum Merata

WHO mencatat jumlah tenaga kesehatan dan perawatan di seluruh dunia telah melampaui 70 juta orang.

Selain itu, kepadatan tenaga kesehatan meningkat sekitar 52 persen, dari 44,8 orang per 10.000 penduduk pada 2006 menjadi 67,9 orang pada 2025.

Namun, angka tersebut belum menggambarkan pemerataan pelayanan kesehatan. WHO menemukan jumlah dokter di kawasan Eropa sekitar 13 kali lebih tinggi dibandingkan kawasan Afrika.

Sementara itu, kepadatan perawat dan bidan di Eropa mencapai sekitar enam kali lipat dibandingkan Afrika.

Sebanyak 67 Negara Berisiko Kekurangan Tenaga Medis

WHO memperkirakan 67 negara tidak akan memiliki jumlah tenaga kesehatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduknya pada 2030.

Ketimpangan ini dapat menghambat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar. Akibatnya, sejumlah wilayah berisiko mengalami antrean panjang, keterbatasan dokter spesialis, serta kesulitan mendapatkan pelayanan medis.

Selain itu, meningkatnya usia penduduk juga mendorong kebutuhan layanan kesehatan. Masyarakat membutuhkan lebih banyak pemeriksaan, pengobatan penyakit kronis, dan perawatan jangka panjang.

WHO Dorong Pemerintah Perkuat Pendidikan dan Rekrutmen

WHO meminta pemerintah berbagai negara memperkuat perencanaan tenaga kesehatan. Langkah tersebut mencakup peningkatan pendidikan kedokteran dan keperawatan, pembukaan lapangan kerja, pemerataan penempatan tenaga medis, serta perbaikan kondisi kerja.

Pemerintah juga perlu mempertahankan tenaga kesehatan berpengalaman agar mereka tidak meninggalkan profesinya terlalu dini.

Dengan perencanaan yang lebih baik, negara dapat menyiapkan tenaga kesehatan baru sebelum gelombang pensiun terjadi.

Kekurangan tenaga medis bukan sekadar persoalan jumlah dokter atau perawat. Masalah ini juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan tepat waktu.

Karena itu, investasi pada pendidikan, fasilitas kesehatan, dan kesejahteraan tenaga medis menjadi semakin penting menjelang 2030.

Sumber: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), laporan National Health Workforce Accounts 2026, dan Reuters.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *