BACAAKU.COM – Kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Insiden tersebut terjadi pada Selasa (20/10/2026) saat kapal melayani rute Bakauheni–Merak.
Petugas gabungan segera membantu penumpang dan awak kapal keluar dari area berbahaya. Tim penyelamat mengutamakan keselamatan seluruh orang di atas kapal. Berdasarkan laporan media, seluruh penumpang dan kru berhasil menyelamatkan diri.
Api Muncul Saat Kapal Hendak Bersandar
KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.32 WIB. Kapal kemudian memasuki perairan Merak untuk menuju Dermaga VI.
Namun, sekitar pukul 16.15 WIB, petugas melihat percikan api di bagian buritan kapal, tepatnya pada dek atas untuk kendaraan kecil. Api kemudian membesar dan menghasilkan asap hitam yang terlihat dari sekitar pelabuhan.
Situasi tersebut mendorong petugas untuk segera bertindak. Tim penyelamat mengerahkan personel dan sarana pendukung guna membantu penumpang meninggalkan kapal. Selain itu, petugas pelabuhan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mempercepat proses evakuasi.
Petugas Gabungan Membantu Penumpang
Basarnas, kepolisian, dan petugas pelabuhan bekerja sama menangani keadaan darurat. Mereka membantu penumpang menuju lokasi aman dan mendata orang-orang yang membutuhkan pertolongan medis.
Sejumlah kapal di sekitar lokasi turut mendukung proses penyelamatan. Langkah ini membantu petugas memindahkan penumpang dari area berbahaya sekaligus mengurangi risiko selama proses evakuasi.
Laporan media menyebutkan bahwa KMP Batumandi membawa sekitar 420 penumpang serta 89 unit kendaraan. Petugas memprioritaskan keselamatan penumpang dan awak kapal sebelum menangani dampak kebakaran lainnya.
Polisi Menyelidiki Penyebab Kebakaran
Hingga Rabu (21/10/2026), penyebab kebakaran masih belum jelas. Polisi akan mendalami berbagai kemungkinan, termasuk faktor teknis dan nonteknis. Namun, penyidik membutuhkan bukti dan hasil pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan.
Pihak berwenang juga dapat memeriksa kondisi kapal, sistem kelistrikan, serta prosedur keselamatan untuk mencari sumber api. Pemeriksaan tersebut penting agar penyelidik memperoleh gambaran yang utuh mengenai kronologi kejadian.
Selain itu, instansi terkait berkoordinasi untuk mengevaluasi aspek keselamatan pelayaran. Hasil pemeriksaan nantinya dapat membantu pihak berwenang menentukan langkah lanjutan dan mencegah kejadian serupa.
ASDP Mengimbau Penumpang Memantau Informasi
Insiden ini menjadi perhatian pengguna jasa penyeberangan Merak–Bakauheni. Karena itu, penumpang perlu memantau informasi jadwal dan operasional melalui kanal resmi PT ASDP Indonesia Ferry.
ASDP juga perlu memastikan kesiapan petugas, sarana keselamatan, serta prosedur penanganan keadaan darurat. Langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan.
Masyarakat sebaiknya menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab kebakaran. Dengan begitu, publik dapat memperoleh informasi yang akurat dan menghindari spekulasi selama proses penyelidikan berlangsung.









