Beranda / Health / Kasus Influenza Meningkat di Indonesia, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kasus Influenza Meningkat di Indonesia, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

influenza

BACAAKU.COM — Aktivitas influenza di Indonesia mengalami peningkatan pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat aktivitas influenza berada pada kategori sedang. Meski meningkat, pemerintah menyebut kondisi saat ini masih terkendali dan sesuai pola musiman influenza di Indonesia.

Pada minggu ke-38 tahun 2026, proporsi positif influenza mencapai 61 persen dari seluruh spesimen yang diperiksa. Angka ini meningkat dari 54 persen pada minggu sebelumnya. Di layanan puskesmas, proporsi positif mencapai 71 persen. Sementara itu, di rumah sakit mencapai sekitar 50,3 persen.

Influenza Bukan Berarti Wabah

Kemenkes menegaskan peningkatan tersebut tidak berarti 61 persen penduduk Indonesia terkena influenza. Angka tersebut merupakan proporsi sampel yang positif dari sampel yang diperiksa melalui sistem surveilans.

Peningkatan influenza juga masih mengikuti pola musiman yang umum terjadi di Indonesia. Pergantian musim, mobilitas masyarakat, dan virus yang sedang beredar dapat memengaruhi peningkatan kasus.

Anak Termasuk Kelompok yang Perlu Diperhatikan

Anak menjadi salah satu kelompok yang banyak ditemukan dalam data surveilans. Kemenkes mencatat sekitar 37 persen kasus influenza pada minggu ke-38 terjadi pada kelompok usia 0–4 tahun.

Influenza juga dapat menimbulkan komplikasi pada kelompok rentan. Kelompok tersebut mencakup anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta.

Kenali Gejala Influenza

Gejala influenza dapat muncul cukup mendadak. Beberapa gejala yang umum antara lain:

• Demam.

• Batuk dan pilek.

• Sakit tenggorokan.

• Sakit kepala.

• Nyeri otot atau tubuh terasa pegal.

• Lemas dan mudah lelah.

Sebagian besar kasus influenza dapat sembuh sendiri dalam sekitar satu minggu. Namun, kondisi tertentu dapat berkembang menjadi lebih berat.

Cara Mencegah Penularan

Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah untuk mengurangi risiko penularan influenza. Kemenkes menganjurkan masyarakat untuk rutin mencuci tangan dan menerapkan etika batuk serta bersin.

Gunakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai. Kurangi kontak dekat dengan orang lain ketika mengalami gejala influenza. Imunisasi influenza tahunan juga dapat membantu mengurangi risiko gejala berat dan komplikasi.

Jangan Sembarangan Minum Obat Antivirus

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak membeli atau mengonsumsi oseltamivir secara sembarangan. Obat antivirus tersebut bukan obat untuk semua kasus flu dan penggunaannya perlu berdasarkan penilaian dokter, terutama pada pasien dengan gejala berat atau kelompok berisiko tinggi.

Antibiotik juga tidak dapat mengobati influenza karena penyakit ini disebabkan oleh virus. Antibiotik hanya digunakan jika dokter menemukan infeksi bakteri.

Segera Periksa Jika Muncul Tanda Bahaya

Masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak atau napas cepat, nyeri dada, sangat lemas, kejang, sulit dibangunkan, atau tanda dehidrasi.

Pemeriksaan juga diperlukan jika demam tinggi tidak turun selama lebih dari tiga hari atau kondisi sempat membaik lalu kembali memburuk.

Peningkatan aktivitas influenza saat ini perlu menjadi perhatian, tetapi masyarakat tidak perlu panik. Menjaga kebersihan, mengenali gejala, dan segera mencari pertolongan saat kondisi memburuk dapat membantu mencegah komplikasi.

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *