BACAAKU.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas masyarakat di Sumatera Selatan. Untuk melindungi kesehatan siswa, Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas mengambil langkah dengan menerapkan pembelajaran daring bagi sejumlah satuan pendidikan.
Kebijakan tersebut mengatur kegiatan belajar mengajar bagi siswa PAUD, SD, SMP, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), baik negeri maupun swasta. Sekolah mulai menjalankan pembelajaran jarak jauh pada Jumat (9/10/2026).
Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap
Kabut asap yang menyelimuti wilayah Musi Rawas menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Paparan partikel polusi dapat memicu batuk, iritasi mata, hingga gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak.
Karena itu, Dinas Pendidikan mengambil langkah pencegahan melalui pembelajaran daring. Dengan sistem ini, siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dari rumah tanpa harus melakukan perjalanan ke sekolah setiap hari.
Sekolah Menyesuaikan Kegiatan Belajar
Selama pembelajaran daring, guru tetap memberikan materi dan tugas kepada siswa. Sekolah juga mengarahkan kegiatan belajar pada penguatan literasi, numerasi, serta pendidikan karakter.
Guru perlu menyesuaikan jumlah tugas dengan kondisi siswa dan kemampuan orang tua dalam mendampingi anak di rumah. Langkah tersebut membantu siswa tetap belajar tanpa menambah beban keluarga.
Selain itu, pihak sekolah mengimbau siswa dan tenaga pendidik menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga perlu mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat.
Orang Tua Perlu Memantau Kesehatan Anak
Orang tua memegang peranan penting selama pembelajaran berlangsung dari rumah. Mereka dapat membantu anak mengikuti pelajaran, menjaga waktu istirahat, serta memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi dan minum air yang cukup.
Jika anak mengalami sesak napas, batuk yang memburuk, atau keluhan kesehatan lainnya, orang tua sebaiknya segera mencari bantuan medis.
Pemantauan Kualitas Udara Menjadi Prioritas
Pemerintah daerah dan pihak sekolah perlu terus memantau perkembangan kualitas udara untuk menentukan langkah selanjutnya. Sekolah juga perlu mengikuti arahan resmi Dinas Pendidikan mengenai pelaksanaan pembelajaran tatap muka maupun daring.
Masyarakat diharapkan tetap waspada selama kabut asap menyelimuti wilayah Musi Rawas. Dengan menjaga kesehatan dan mengikuti informasi resmi, warga dapat mengurangi risiko paparan polusi udara.









