Beranda / Health / ISPA Mengintai Saat Karhutla, Lindungi Keluarga dan Anak

ISPA Mengintai Saat Karhutla, Lindungi Keluarga dan Anak

ISPA Mengintai Saat Karhutla

BACAAKU.COM -Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan. Asap karhutla juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama saat kualitas udara memburuk. Masyarakat perlu mewaspadai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebagai salah satu dampaknya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat dampak kesehatan akibat karhutla di sejumlah wilayah Indonesia pada 2026. Berdasarkan Situation Report per 27 Agustus 2026, karhutla berdampak pada lebih dari 10,6 juta penduduk di tujuh provinsi. Pada periode tersebut, Kemenkes mencatat 13.449 kasus ISPA secara kumulatif dari 63 kabupaten/kota terdampak.

Asap karhutla membawa berbagai polutan, termasuk partikel halus PM2,5. Partikel ini berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Kemenkes menyebut paparan PM2,5 dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan.

Lindungi Anak dari Paparan Asap Karhutla

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk. Kemenkes menjelaskan bahwa paru-paru dan sistem kognitif anak masih dalam tahap perkembangan. Karena itu, paparan polutan dari asap karhutla perlu diminimalkan.

Selain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki asma atau penyakit paru juga termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak asap. Gejala gangguan pernapasan yang muncul dapat berupa batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, atau keluhan lain pada saluran pernapasan.

Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk memantau kualitas udara dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Penggunaan masker juga dianjurkan saat masyarakat harus beraktivitas di luar rumah.

Masyarakat juga dapat mengurangi masuknya udara luar yang tercemar ke dalam rumah. Ketika kualitas udara buruk, aktivitas anak di luar rumah sebaiknya dikurangi. Orang tua juga perlu memperhatikan kondisi anak dan segera mencari pertolongan medis jika muncul keluhan pernapasan yang mengkhawatirkan.

Jangan Abaikan Gejala ISPA

Batuk, pilek, dan sakit tenggorokan sering dianggap sebagai keluhan ringan. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan gejalanya, terutama pada anak, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta.

Jika muncul sesak napas atau kondisi kesehatan memburuk, masyarakat sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan. Penanganan lebih awal dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Karhutla pada akhirnya bukan hanya persoalan lingkungan. Paparan asap juga dapat menjadi persoalan kesehatan masyarakat. Dengan memantau kualitas udara, mengurangi paparan asap, dan memberikan perlindungan lebih kepada kelompok rentan, keluarga dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kondisi udara memburuk.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *