BACAAKU.COM -Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali menyelimuti Sumatera Selatan. Asap tebal mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi ini juga menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. Sejumlah warga mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Keluhan mata perih dan berair juga mulai dirasakan masyarakat. Kondisi kabut asap saat ini tergolong sangat mengkhawatirkan. Asap tebal membuat kualitas udara semakin buruk.
Kasus ISPA Mendekati 50 Ribu
Jumlah penderita ISPA di Sumsel kini mendekati 50.000 orang. Angka tersebut berpotensi terus bertambah jika kondisi udara tidak membaik. Kondisi ini menjadi perhatian bagi masyarakat dan tenaga kesehatan. Warga perlu mengurangi paparan asap selama kualitas udara masih buruk. Indeks Kualitas Udara atau AQI juga menunjukkan angka yang sangat tinggi. Nilainya mencapai 1.206. Sebagai pembanding, AQI 0 hingga 50 masuk kategori baik. Sementara itu, angka di atas 500 menunjukkan kondisi yang sangat berbahaya.
Dokter Ingatkan Bahaya Kabut Asap
Dokter Penyakit Dalam RSMH Palembang, dr. Harun Hudari, menilai kondisi tersebut sudah tidak wajar. Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan karhutla. “Ini sudah tidak wajar untuk kesehatan. Kita tidak tahu sampai kapan dan sebaiknya pemerintah cepat mengatasinya,” ungkap Harun, Senin (5/10/2026). Menurut Harun, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah. Warga juga perlu menggunakan masker saat harus keluar.
Anak-anak Perlu Mendapat Perhatian
Harun juga mengingatkan orang tua agar lebih melindungi anak-anak. Menurutnya, anak-anak sebaiknya tidak beraktivitas di luar ruangan. Kegiatan belajar dari rumah dapat menjadi pilihan ketika kondisi udara sangat buruk.“Ya sebaiknya tidak keluar ruangan, karena di luar sangat pekat dan membahayakan untuk kesehatan,” tambahnya. Kabut asap juga dapat mengganggu saluran pernapasan. Kelompok rentan perlu mendapat perlindungan lebih. Anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan perlu lebih waspada.
Masyarakat Diminta Gunakan Pelindung
Masyarakat perlu menggunakan pelindung saat berada di luar rumah. Masker dapat membantu mengurangi paparan partikel dari asap. Warga juga perlu melindungi mata dari paparan asap. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika asap semakin pekat. Harun juga berharap pemerintah memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembakaran lahan. Menurutnya, sanksi tegas dapat memberikan efek jera. Penanganan karhutla juga perlu dilakukan secara cepat. Masyarakat diimbau tetap waspada selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumsel.










