BACAAKU.COM – Ponsel lipat pertama Apple, iPhone Duo, langsung menarik perhatian konsumen sejak perusahaan membuka pemesanan awal pada 16 Oktober 2026. Dalam waktu singkat, stok awal perangkat tersebut habis dipesan. Akibatnya, sejumlah calon pembeli harus menunggu lebih lama untuk menerima ponsel terbaru Apple itu.
Mengutip laporan detikInet pada 18 Oktober 2026, pemesanan iPhone Duo langsung melonjak setelah Apple membuka layanan pre-order. Bahkan, estimasi pengiriman sejumlah varian bergeser dari jadwal awal pada 23 Oktober 2026 hingga Januari 2027. Kondisi ini memperlihatkan tingginya minat konsumen terhadap langkah baru Apple di pasar ponsel layar lipat.
Permintaan Tinggi Membuat Jadwal Pengiriman Mundur
Apple membuka pre-order iPhone Duo pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pada tahap awal, perusahaan menjadwalkan pengiriman perdana mulai 23 Oktober. Namun, banyak konsumen bergerak cepat untuk mengamankan unit mereka.
Akibatnya, stok yang tersedia untuk pemesanan awal tidak mampu memenuhi seluruh permintaan. Sejumlah pembeli yang terlambat memesan pun harus menerima estimasi pengiriman yang lebih panjang.
Selain tingginya permintaan, keterbatasan pasokan diduga ikut memperpanjang antrean. Sejumlah laporan sebelumnya menyoroti tantangan produksi perangkat tersebut. Meski demikian, Apple belum memublikasikan angka resmi mengenai jumlah unit yang tersedia maupun total pesanan yang masuk.
Apple menyebut minat konsumen terhadap iPhone Duo sangat luar biasa. Perusahaan juga menyatakan akan terus menerima pesanan melalui toko daring dan berupaya mempercepat pengiriman kepada pelanggan.
Dengan demikian, konsumen masih dapat memesan perangkat tersebut. Akan tetapi, calon pembeli perlu memeriksa estimasi pengiriman sebelum menyelesaikan transaksi karena jadwal dapat berbeda menurut wilayah, warna, dan kapasitas penyimpanan.
Desain Lipat Jadi Daya Tarik Utama
iPhone Duo menandai langkah besar Apple karena perusahaan akhirnya memasuki pasar ponsel lipat. Selama beberapa tahun, sejumlah produsen Android telah menawarkan perangkat dengan layar yang dapat dilipat. Kini, Apple mencoba menarik perhatian konsumen melalui desain, perangkat keras, dan integrasi perangkat lunaknya sendiri.
Saat pengguna membuka perangkat, layar bagian dalam berukuran 7,6 inci memberikan ruang lebih luas untuk membaca, menonton video, bermain gim, dan menjalankan beberapa aktivitas sekaligus. Sementara itu, layar luar berukuran 5,4 inci memungkinkan pengguna mengakses fungsi utama tanpa harus membuka ponsel.
Apple juga membekali iPhone Duo dengan chip A20 Pro. Selain itu, perangkat ini menggunakan dua baterai dan menjalankan iOS 27.1. Apple turut menghadirkan fitur perangkat lunak yang menyesuaikan tampilan dengan kondisi perangkat ketika pengguna melipat atau membuka layar.
Tidak hanya itu, perusahaan mengembangkan engsel khusus dan lapisan layar untuk mengurangi pantulan cahaya. Dengan pendekatan tersebut, Apple berusaha menghadirkan pengalaman penggunaan yang praktis sekaligus mempertahankan ciri khas desain produknya.
Harga Premium Tidak Menghalangi Minat Konsumen
Harga menjadi salah satu hal yang menarik perhatian dalam peluncuran iPhone Duo. Berdasarkan laporan media teknologi, harga awal perangkat ini mencapai US$1.999. Sementara itu, konfigurasi penyimpanan 2 TB mencapai US$3.199.
Jika menggunakan kurs sekitar Rp18.000 per dolar AS, harga tersebut setara dengan sekitar Rp36 juta untuk varian dasar dan Rp57,6 juta untuk varian tertinggi. Namun, angka tersebut merupakan perkiraan konversi langsung, bukan harga resmi di Indonesia. Pajak, biaya distribusi, dan kebijakan penjual dapat mengubah harga akhir di pasar lokal.
Meskipun harganya tinggi, permintaan awal tetap kuat. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian konsumen bersedia membayar lebih untuk mencoba desain baru Apple dan mendapatkan perangkat premium dengan layar lipat.
Di sisi lain, harga tinggi juga dapat membatasi jangkauan pasar. Karena itu, Apple perlu menjaga keseimbangan antara inovasi, ketersediaan stok, dan kemampuan konsumen untuk membeli produknya.
Harga Jual Kembali Ikut Menjadi Sorotan
Antrean pemesanan turut memunculkan peluang bagi penjual di pasar sekunder. Sejumlah laporan media menyebut penawaran iPhone Duo di platform jual beli mencapai harga yang jauh lebih tinggi daripada harga resmi.
Salah satu laporan menyebut perangkat dengan penyimpanan 2 TB ditawarkan hingga US$4.999 atau sekitar Rp90 juta. Namun, angka tersebut merupakan harga penawaran dari penjual di pasar sekunder, bukan harga resmi Apple dan bukan pula bukti bahwa transaksi benar-benar terjadi pada harga tersebut.
Oleh sebab itu, calon pembeli sebaiknya berhati-hati sebelum membeli dari penjual tidak resmi. Selain membandingkan harga, konsumen perlu memeriksa reputasi penjual, status garansi, keaslian produk, dan ketentuan pengembalian barang.
Ketersediaan Stok Menjadi Tantangan Berikutnya
Tingginya permintaan memberikan sinyal positif bagi Apple. Namun, perusahaan tetap harus memastikan pasokan mampu mengikuti minat konsumen. Jika waktu tunggu terlalu panjang, sebagian calon pembeli mungkin mempertimbangkan ponsel lipat dari merek lain.
Sebaliknya, apabila Apple mampu mempercepat produksi dan pengiriman, perusahaan berpeluang mempertahankan momentum peluncuran. Karena itu, perkembangan jadwal pengiriman dalam beberapa minggu mendatang akan menjadi perhatian konsumen dan pengamat industri.
Untuk saat ini, Apple masih menerima pesanan iPhone Duo secara daring. Namun, calon pembeli perlu mengecek ketersediaan di wilayah masing-masing karena jadwal pengiriman dan stok toko fisik belum tentu sama.
Pada akhirnya, peluncuran iPhone Duo menunjukkan bahwa Apple memiliki peluang untuk memperkuat posisinya di pasar ponsel lipat. Meski demikian, keberhasilan jangka panjang tidak hanya bergantung pada tingginya minat saat peluncuran. Apple juga perlu membuktikan kualitas perangkat, menjaga ketersediaan produk, dan memberikan pengalaman penggunaan yang sepadan dengan harganya.










