BACAAKU.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Salat Istisqa dan doa bersama di halaman Griya Agung, Palembang, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang, jajaran pemerintah daerah, dan masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berharap hujan segera turun untuk mengakhiri kekeringan dan membantu memadamkan titik api di sejumlah wilayah Sumsel.
Pemprov Sumsel Perkuat Upaya Penanganan Karhutla
Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan doa, tetapi juga menjalankan berbagai upaya teknis untuk menangani karhutla.
Pemerintah melakukan pemadaman melalui operasi darat, pengerahan pesawat untuk water bombing, serta operasi modifikasi cuaca. Pemerintah juga melakukan pembenahan tata air gambut guna membantu mengurangi risiko kebakaran.
Herman Deru menyebut operasi modifikasi cuaca telah mencapai 69 kali. Upaya tersebut bertujuan membantu mendatangkan hujan buatan untuk mendukung penanganan kebakaran dan kekeringan di Sumatera Selatan.
Gubernur Ajak Masyarakat Bergotong Royong
Herman Deru mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif menghadapi dampak karhutla. Ia meminta setiap pihak melakukan tindakan nyata sesuai kemampuan dan tanggung jawab masing-masing.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat sangat penting untuk menghadapi kondisi yang berdampak pada lingkungan serta aktivitas warga.
Ia juga mengapresiasi petugas yang terus menjalankan operasi penanganan kebakaran, termasuk personel yang bekerja hingga dini hari.
Pemprov Perhatikan Kesehatan Warga
Selain menangani kebakaran, pemerintah daerah turut memperhatikan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap.
Herman Deru mengatakan telah menginstruksikan para bupati dan wali kota agar fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas, melayani warga yang membutuhkan pertolongan akibat kondisi tersebut.
Masyarakat juga perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah sebaiknya menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus.
Pemprov Sumsel berharap hujan segera turun sehingga kebakaran dapat terkendali, kualitas udara membaik, dan masyarakat kembali beraktivitas dengan aman.









