BACAAKU.COM- Warga Jalan Mandiri, RT 06, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dikejutkan dengan ditemukannya seorang pria meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (7/10/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Ari Wira Saputra (24). Ia ditemukan oleh neneknya, Sahani, sekitar pukul 06.00 WIB.
Kapolsek Lubuklinggau Utara Iptu Sumardi Candra mengatakan, saat itu Sahani sedang beraktivitas di sekitar rumah. Ketika melihat ke arah bagian belakang rumah korban, saksi mendapati cucunya dalam kondisi tidak bernyawa.
Sontak, Sahani meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang datang kemudian membantu mengevakuasi korban dan kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak berwenang.
“Setelah mendapatkan laporan adanya warga yang meninggal tidak wajar, kami langsung menuju lokasi,” kata Iptu Sumardi Candra.
Menurut keterangan pihak keluarga, korban selama ini tinggal seorang diri di rumah yang berada tidak jauh dari kediaman neneknya.
Setiap pagi, sang nenek diketahui kerap datang ke rumah korban. Namun pada pagi kejadian, kondisi rumah korban membuat saksi merasa curiga hingga akhirnya mengetahui cucunya telah meninggal dunia.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat tanda pada bagian leher yang kemudian menjadi bagian dari pemeriksaan petugas.
Pihak keluarga kemudian menyatakan tidak menghendaki pemeriksaan visum maupun autopsi terhadap jenazah di RS Siti Aisyah. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan terkait keputusan tersebut.
“Pihak keluarga tidak ingin dilakukan visum atau autopsi terhadap jenazah korban dan telah membuat surat pernyataan,” ujar Sumardi.
Korban diketahui belum menikah. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan karena kesulitan memperoleh pekerjaan dan kondisi ekonomi.
Meski demikian, pihak kepolisian masih mencatat keterangan tersebut sebagai informasi dari keluarga. Penyebab pasti korban meninggal dunia tidak dapat disimpulkan hanya dari dugaan tersebut.
Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap jenazah.








