BACAAKU.COM – Warga Sumatera Selatan perlu mewaspadai cuaca panas yang berpotensi mencapai 35 hingga 37 derajat Celsius pada periode puncak suhu maksimum Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan sekaligus mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sumatera Selatan, Wandayantolis, menjelaskan bahwa periode suhu maksimum tersebut diprakirakan berlangsung pada 13–28 Oktober 2026. Namun, masyarakat tidak perlu menganggap suhu akan terus berada pada angka tertinggi sepanjang periode tersebut.
Menurutnya, suhu udara dapat berubah dari hari ke hari, meskipun tren peningkatannya perlu mendapat perhatian.
Perubahan Posisi Matahari Memengaruhi Suhu
Wandayantolis menjelaskan bahwa peningkatan suhu berkaitan dengan gerak semu tahunan Matahari yang telah melintasi ekuator menuju Belahan Bumi Selatan.
Permukaan bumi membutuhkan waktu untuk merespons energi Matahari. Karena itu, puncak suhu maksimum tidak selalu terjadi bersamaan dengan periode penyinaran Matahari tertinggi. Para ahli mengenal jeda tersebut sebagai thermal lag.
Kondisi ini membuat masyarakat perlu memperhatikan prakiraan cuaca selama Oktober, terutama ketika suhu meningkat dan lingkungan mulai mengering.
Cuaca Panas Tingkatkan Risiko Karhutla
Selain berdampak terhadap kenyamanan warga, suhu tinggi juga dapat meningkatkan kerentanan lahan terhadap kebakaran. Tanah yang kering dan vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah menyebar ketika seseorang menyalakan api di area rawan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah, membuka lahan dengan api, atau melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Warga juga perlu segera melaporkan kebakaran kepada petugas setempat agar tim terkait dapat melakukan penanganan secepat mungkin.
Jika kebakaran meluas, asap dapat menyebar ke kawasan permukiman dan memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Tips Menjaga Kesehatan Saat Cuaca Panas
Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi dampak cuaca panas.
- Perbanyak minum air putih agar tubuh tidak mengalami kekurangan cairan.
- Batasi aktivitas berat di luar ruangan, terutama ketika matahari terasa terik.
- Gunakan pakaian ringan dan menyerap keringat saat beraktivitas.
- Cari tempat teduh atau ruangan sejuk ketika tubuh mulai terasa kepanasan.
- Pantau informasi cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG serta instansi terkait.
Warga yang mengalami pusing berat, lemas berlebihan, kebingungan, atau tanda gangguan akibat panas perlu segera mencari pertolongan medis.
Pantau Informasi Cuaca Terbaru
Masyarakat Sumatera Selatan sebaiknya terus mengikuti perkembangan prakiraan cuaca karena kondisi setiap kabupaten dan kota dapat berbeda. Potensi hujan di sebagian wilayah juga tidak serta-merta menghilangkan risiko kebakaran di lokasi yang masih kering.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca serta menghindari tindakan yang dapat memicu karhutla.










