Beranda / Sumsel / 205 Penerbangan Palembang Terdampak Kabut Asap

205 Penerbangan Palembang Terdampak Kabut Asap

205 Penerbangan Palembang Terdampak Kabut Asap

BACAAKU.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatera Selatan. AirNav Indonesia mencatat 205 penerbangan mengalami gangguan selama periode 1–11 Oktober 2026.

Gangguan tersebut mencakup keterlambatan hingga pembatalan penerbangan. Selain itu, kabut asap menurunkan jarak pandang di sekitar bandara sehingga pilot harus memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pendaratan maupun lepas landas.

Jarak Pandang di Palembang Turun hingga 200 Meter

Kondisi kabut asap mencapai salah satu titik terburuk pada 5 Oktober 2026. Berdasarkan informasi cuaca BMKG, jarak pandang di sekitar bandara hanya mencapai 200 meter sekitar pukul 06.00 WIB.

Jarak pandang yang sangat terbatas menyulitkan operasional penerbangan. Karena itu, pilot perlu mempertimbangkan kondisi aktual sebelum melanjutkan perjalanan udara.

AirNav Indonesia mencatat gangguan penerbangan secara bertahap selama 11 hari. Pada 1–8 Oktober, sebanyak 129 penerbangan mengalami gangguan. Kemudian, jumlah tersebut bertambah 12 penerbangan pada 9 Oktober, 38 penerbangan pada 10 Oktober, dan 26 penerbangan pada 11 Oktober.

Dengan demikian, total gangguan mencapai 205 penerbangan. Angka tersebut mencakup berbagai kendala operasional selama periode pemantauan, bukan hanya pembatalan penerbangan.

Sejumlah Rute Mengalami Pembatalan

Kabut asap juga memengaruhi penerbangan internasional. Pada 11 Oktober 2026, gangguan operasional menyebabkan pembatalan penerbangan rute Kuala Lumpur–Palembang dan Palembang–Kuala Lumpur.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan jarak pandang dapat mengganggu perjalanan udara, baik untuk rute domestik maupun internasional. Namun, setiap keputusan operasional tetap bergantung pada kondisi cuaca, fasilitas navigasi, serta prosedur keselamatan penerbangan.

Pilot juga memiliki beberapa pilihan ketika cuaca tidak mendukung. Mereka dapat menunggu di udara melalui prosedur holding, kembali ke bandara asal, atau mengalihkan pendaratan ke bandara lain sesuai kondisi dan instruksi operasional.

AirNav Koordinasi dengan BMKG

Untuk mengantisipasi gangguan lanjutan, AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan BMKG guna memperoleh informasi cuaca terkini. Informasi tersebut membantu petugas penerbangan memperkirakan perubahan jarak pandang dan menentukan langkah operasional yang sesuai.

Selain itu, AirNav juga berkoordinasi dengan pengelola bandara dan pihak terkait untuk mengatur arus penerbangan ketika kondisi cuaca membaik.

Pihak terkait dapat mempertimbangkan penambahan slot penerbangan atau penyesuaian jam operasional sesuai kebutuhan dan ketentuan keselamatan. Meski demikian, kelancaran penerbangan tetap bergantung pada kondisi cuaca di sekitar bandara.

Penumpang Diminta Mengecek Jadwal

Gangguan akibat kabut asap berpotensi mengubah rencana perjalanan penumpang. Oleh sebab itu, calon penumpang sebaiknya memeriksa status penerbangan melalui situs resmi atau layanan informasi maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

Penumpang juga perlu memperhatikan pemberitahuan mengenai perubahan jadwal, keterlambatan, maupun pembatalan. Dengan memantau informasi terbaru, masyarakat dapat menyesuaikan waktu keberangkatan dan mengurangi risiko kendala perjalanan.

Kabut asap karhutla masih menjadi perhatian bagi sektor transportasi udara di Sumatera Selatan. Oleh karena itu, pemantauan cuaca dan koordinasi antarinstansi memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan penerbangan.

Catatan: Data 205 penerbangan merujuk pada periode 1–11 Oktober 2026. Angka tersebut tidak menggambarkan jumlah gangguan khusus pada 13 Oktober 2026.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *