BACAAKU.COM Tokoh yang menjadi sorotan adalah Steven Hao, salah satu pendiri sekaligus Chief Technology Officer (CTO) Cognition. Pada usia 30 tahun, Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya mencapai US$5,8 miliar atau sekitar Rp103 triliun.
Kekayaan tersebut bukan berasal dari gaji semata. Sebagian besar nilainya berkaitan dengan kepemilikan sahamnya di Cognition, perusahaan yang mengembangkan teknologi AI untuk membantu pekerjaan pemrograman.
Devin, AI yang mampu membantu membuat software

Produk yang menjadi andalan Cognition adalah Devin. Teknologi ini dirancang untuk membantu pengembang menyelesaikan berbagai pekerjaan, mulai dari menulis kode, memperbaiki kesalahan program, hingga menguji perangkat lunak.
Kemampuan tersebut membuat agen AI menarik bagi perusahaan yang ingin mempercepat proses pengembangan aplikasi. Cognition juga tercatat memiliki pelanggan perusahaan, termasuk Citibank dan perusahaan teknologi finansial Ramp.
Valuasi Cognition melonjak menjadi US$48 miliar
Pertumbuhan kekayaan Hao berkaitan erat dengan kenaikan nilai perusahaan. Berikut perkembangan pendanaan Cognition yang dilaporkan media:
Walaupun begitu, valuasi tinggi tidak menjamin keuntungan bisnis akan selalu meningkat. Persaingan, biaya komputasi, kemampuan produk, dan kebutuhan pendanaan tetap menjadi tantangan industri AI.
Kesimpulan
Kisah Steven Hao menunjukkan bagaimana keahlian pemrograman dan pengembangan produk AI dapat membuka peluang bisnis bernilai besar. Pada usia 30 tahun, ia masuk dalam daftar Forbes 400 orang terkaya di Amerika Serikat pada 2026 berkat kepemilikannya di Cognition.
Perkembangan ini sekaligus memperlihatkan bahwa industri AI bukan hanya soal teknologi canggih, tetapi juga persaingan bisnis untuk menciptakan produk yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.










