BACAAKU.COM – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melahirkan inovasi baru di pasar gadget. Kali ini, startup teknologi Natura memperkenalkan Interface, cincin pintar yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan asisten AI melalui perintah suara.
Berbeda dari cincin pintar pada umumnya yang berfokus pada pemantauan kesehatan, Interface menggabungkan fitur AI, perekaman suara, dan pelacakan aktivitas dalam satu perangkat ringkas. Natura memperkenalkannya pada 8 Oktober 2026 untuk menghadirkan akses AI yang lebih praktis tanpa harus terus-menerus membuka ponsel.
Bisa Menjalankan Perintah Melalui Suara
Interface memungkinkan pengguna memberikan perintah kepada asisten AI hanya dengan menekan tombol pada cincin, berbicara, lalu melepaskan tombol untuk mengirim permintaan.
Melalui sistem NatureOS, perangkat ini dapat terhubung dengan sejumlah layanan AI, termasuk ChatGPT, Claude, dan berbagai agen AI lainnya. Pengguna dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk mencari informasi, mencatat ide, merangkum rapat, hingga membantu menyelesaikan pekerjaan digital tertentu.
Selain itu, pengguna dapat memilih agen AI sesuai kebutuhan. Misalnya, mereka bisa meminta bantuan AI untuk menyusun catatan rapat atau mencari informasi tanpa harus mengetik panjang melalui layar ponsel.
Perangkat ini bekerja bersama ponsel atau komputer yang kompatibel. Sistem tersebut juga memungkinkan pengguna menerima respons melalui perangkat audio yang terhubung maupun aplikasi pendamping.
Bukan Sekadar Cincin Pintar
Natura turut membekali Interface dengan fitur pemantauan kesehatan. Cincin ini dapat melacak detak jantung, variasi detak jantung atau HRV, pola tidur, jumlah langkah, aktivitas harian, serta perubahan suhu kulit.
Dengan fitur tersebut, pengguna dapat memanfaatkan satu perangkat untuk membantu aktivitas digital sekaligus memantau sejumlah indikator kesehatan.
Namun, data dari cincin pintar tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis. Pengguna perlu memahami keterbatasan sensor dan tidak menjadikan hasil pemantauan sebagai satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan terkait kesehatan.
Baterai Diklaim Bertahan hingga 12 Hari
Salah satu aspek menarik Interface terletak pada daya tahan baterainya. Natura mengklaim cincin ini mampu bertahan sekitar 6 hingga 12 hari dalam sekali pengisian, bergantung pada pola penggunaan.
Perangkat membutuhkan waktu sekitar 100 menit untuk mengisi daya hingga penuh. Natura juga menyertakan wadah pengisian daya untuk mendukung penggunaan sehari-hari.
Desainnya memungkinkan pengguna mengenakan cincin saat beraktivitas. Meski demikian, daya tahan aktual dapat berbeda ketika pengguna lebih sering memakai fitur perekaman atau menjalankan perintah AI.
Harga Cincin Pintar Interface
Natura menetapkan harga awal Interface sebesar US$99 bagi pengguna awal. Jika dikonversikan secara kasar dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS, harganya setara sekitar Rp1,63 juta sebelum pajak dan biaya impor.
Perusahaan juga merencanakan biaya langganan sekitar US$9 per bulan setelah masa penggunaan gratis awal selama beberapa bulan. Dengan demikian, calon pembeli perlu memperhitungkan biaya berlangganan jika ingin terus menggunakan layanan tertentu.
Natura membuka daftar tunggu bagi calon pengguna dan menargetkan pengiriman pada akhir 2026 atau awal 2027. Jadwal ketersediaan dapat berubah mengikuti informasi resmi perusahaan.
Apakah Cincin AI Bisa Menggantikan Smartphone?
Interface menawarkan cara baru untuk berinteraksi dengan teknologi. Pengguna dapat menyampaikan permintaan melalui suara ketika sedang berjalan, bekerja, atau melakukan aktivitas lain yang membuat penggunaan ponsel kurang praktis.
Meski demikian, perangkat ini belum sepenuhnya menggantikan smartphone. Interface masih membutuhkan perangkat pendamping untuk menjalankan berbagai fungsi, sedangkan layar ponsel tetap penting untuk membaca informasi, mengedit dokumen, dan mengelola aplikasi.
Ke depan, cincin pintar berbasis AI berpotensi menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang menginginkan akses asisten digital secara lebih praktis. Keberhasilannya akan bergantung pada kenyamanan pemakaian, keandalan layanan AI, perlindungan privasi, dan biaya berlangganan.










