BACAAKU.COM – Tiga perangkat kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) hadir dalam Indonesia International Hospital Expo (Hospital Expo) ke-38 di Tangerang. Ketiga perangkat tersebut membantu tenaga medis dalam berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan.
Salah satunya berupa kursi dokter gigi yang dapat menerima perintah suara. Teknologi lainnya membantu tenaga medis menilai risiko penyakit melalui foto retina. Hospital Expo juga menampilkan sistem robotik yang membantu dokter melakukan operasi penggantian sendi lutut.
Tiga Perangkat AI untuk Tenaga Medis
Perangkat pertama, Dental Chair with AI, memungkinkan dokter mengoperasikan kursi gigi menggunakan perintah suara atau voice command. Teknologi ini dapat membantu dokter menjalankan perangkat secara lebih praktis saat memberikan pelayanan kepada pasien.
Perangkat kedua, AI-Based Cardiovascular Risk Assessment, menggunakan pendekatan oculomics. Sistem ini menganalisis foto retina untuk membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit.
Teknologi tersebut menawarkan pemeriksaan secara noninvasif dan cepat. Sistem ini juga tidak menggunakan radiasi dalam proses pemeriksaannya.
Perangkat ketiga, Robotic-Assisted Arthroplasty System, menggunakan teknologi navigasi dan sistem bedah robotik genggam. Sistem tersebut membantu dokter ortopedi melakukan operasi penggantian sendi lutut.
Dokter dapat menggunakan sistem tersebut untuk operasi penggantian sendi lutut secara total maupun parsial. Teknologi robotik membantu dokter meningkatkan tingkat presisi selama tindakan.
Hospital Expo ke-38 berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. Pameran ini menghadirkan berbagai teknologi kesehatan dengan solusi presisi dan minim invasif.
Penyelenggara menggelar Hospital Expo bersamaan dengan Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) ke-22 dan Seminar Tahunan Patient Safety ke-20.
Ketiga agenda tersebut mengangkat tema “Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Artifisial.”
PERSI menaungi sedikitnya 3.000 rumah sakit dan 18 asosiasi rumah sakit. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PERSI membahas perkembangan AI dan penerapannya dalam sektor kesehatan.
Lebih dari 600 Perusahaan Ikuti Hospital Expo
Direktur Marketing & Finance PT Okta Sejahtera Insani, Yudha Imam Sutedja, mengatakan Hospital Expo ke-38 menghadirkan berbagai alat kesehatan dengan teknologi terkini.
Pameran tersebut juga menampilkan perangkat yang mengimplementasikan AI. Lebih dari 600 perusahaan dan institusi mengikuti Hospital Expo tahun ini.
Para peserta menempati Hall 5–10 dengan total luas area pameran mencapai 36.910 meter persegi. Menurut Yudha, Hospital Expo masih menjadi salah satu pameran alat kesehatan terbesar di Asia Tenggara.
“Berbagai alat kesehatan dengan teknologi terkini, termasuk yang mengimplementasikan AI, akan dipamerkan dalam Hospital Expo ke-38, pameran yang berfokus pada berbagai produk industri alat kesehatan dan kebutuhan rumah sakit. Hingga saat ini kami bertahan sebagai pameran terbesar di Asia Tenggara. Tahun ini, pameran diikuti lebih dari 600 perusahaan dan institusi yang menempati Hall 5-10 dengan total luas area pameran mencapai 36.910 m2,” kata Yudha dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Yudha menjelaskan bahwa peserta menghadirkan berbagai kategori produk alat kesehatan dan kebutuhan rumah sakit. Produk tersebut mencakup ambulans, peralatan anestesi, peralatan kecantikan, peralatan laboratorium, peralatan gigi, peralatan diagnosis, peralatan sekali pakai, dan peralatan darurat.
Peserta juga membawa peralatan endoskopi, bronkoskopi, THT, oftalmik, hemodialisis, serta tempat tidur rumah sakit.
Selain itu, pameran menampilkan sistem informasi rumah sakit, peralatan dapur, peralatan binatu, pakaian medis, bahan habis pakai, gas medis, serta layanan pemeliharaan alat kesehatan.
Peserta juga memamerkan produk ortopedi, peralatan bedah, monitor pasien, farmasi, peralatan fisioterapi, radiologi, peralatan pernapasan, dan peralatan sterilisasi.
Pameran tersebut turut menghadirkan teknologi pengolahan limbah dan air serta berbagai produk kesehatan lainnya.
Yudha mengatakan Hospital Expo mempertemukan profesional kesehatan, produsen alat kesehatan, dan penyedia layanan kesehatan.
“Hospital Expo menjadi agenda rutin yang strategis untuk memperkenalkan inovasi terkini, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Hospital Expo juga mendorong para pelaku industri untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan menjawab tantangan sektor kesehatan,” ujarnya.
Perusahaan Lokal Mendominasi Peserta
Yudha menyebut perusahaan lokal mendominasi peserta Hospital Expo 2026 dengan porsi 66 persen. Sementara itu, peserta internasional mencapai 34 persen.
Peserta internasional berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, Kanada, Malaysia, India, Thailand, Pakistan, dan Singapura.
Penyelenggara menargetkan lebih dari 15.000 pengunjung setiap hari. Pengunjung berasal dari rumah sakit, organisasi perumahsakitan, pemilik rumah sakit, pimpinan rumah sakit, praktisi kesehatan, manajemen rumah sakit, hingga tenaga kesehatan.
Penyedia layanan kesehatan digital dan pelaku industri alat kesehatan juga menjadi bagian dari peserta kegiatan. Masyarakat umum dapat mengunjungi pameran untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan teknologi kesehatan.
“Pameran ini juga menjadi momentum penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam dunia alat kesehatan untuk membangun dan memperluas jaringan kemitraan bisnis bersama distributor lokal maupun mancanegara. Selain itu, pameran menjadi panggung untuk memperkenalkan berbagai inovasi teknologi, keunggulan produk, dan solusi medis terbaru kepada cakupan pasar yang jauh lebih luas,” kata Yudha.
Pengunjung Bisa Mendapatkan Pemeriksaan Gratis
Hospital Expo juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan edukasi kesehatan langsung dari para ahli.
Pengunjung dapat mengikuti berbagai pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan tersebut meliputi gula darah, tekanan darah, lemak tubuh, golongan darah, osteoporosis, kolesterol, dan asam urat.
Penyelenggara juga menyediakan pemeriksaan liver scan, USG, EKG, HbA1c, komposisi tubuh, dan indeks massa tubuh.
Pengunjung dapat mengikuti kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan PMI Provinsi Banten.
Selain pemeriksaan kesehatan, Hospital Expo menghadirkan sejumlah agenda talkshow.
Pada Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB, penyelenggara menggelar bedah buku “Nico Lumenta, Dokter dan Karateka: Perintis dan Penggerak Keselamatan Pasien di Indonesia” bersama dr. Nico A. Lumenta.
Pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB, pengunjung dapat mengikuti talkshow “Dokter Bedah, Perintis Seni Melukis dengan Robotik” bersama dr. Andre Setiawan Suryadi, Sp.B.
Selanjutnya, pada Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, Hospital Expo menghadirkan talkshow “Bongkar Rahasia Kesehatan Reproduksi” bersama dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS.
Pada Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB, penyelenggara menggelar peluncuran buku “Sehat Itu Murah” cetakan ke-14. Acara tersebut juga menghadirkan talkshow “Serangan Jantung, Bagaimana Dicegah” bersama dr. Handrawan Nadesul.
Kehadiran AI dan robotik dalam Hospital Expo 2026 menunjukkan perkembangan teknologi digital di sektor kesehatan. Teknologi tersebut membantu tenaga medis meningkatkan efisiensi dan presisi dalam pelayanan.
Dokter dan tenaga kesehatan tetap memegang kendali dalam menentukan diagnosis serta tindakan medis bagi pasien.










