Beranda / Nasional / Ratusan Ribu Serangan Siber Sasar Bank Indonesia, OJK Siaga 24 Jam

Ratusan Ribu Serangan Siber Sasar Bank Indonesia, OJK Siaga 24 Jam

Serangan siber bank Indonesia

BACAAKU.COM JAKARTA – Ancaman kejahatan siber terhadap industri perbankan Indonesia semakin menjadi perhatian. Dalam pemantauan selama 24 jam terakhir, aktivitas serangan siber tercatat menyasar berbagai sektor, dengan perbankan, keuangan, dan asuransi menjadi target terbesar.

Data dasbor ancaman siber FortiGuard Labs yang dipantau pada 7 November 2026 mencatat sekitar 350.600 aktivitas serangan terhadap Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 214 ribu aktivitas menyasar sektor perbankan, keuangan, dan asuransi.

Angka tersebut memicu perhatian karena sektor perbankan menyimpan informasi penting, mulai dari data nasabah hingga transaksi keuangan masyarakat.

OJK Minta Seluruh Bank Siaga 24 Jam

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) langsung meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan personel teknologi informasi (IT) seluruh bank sejak Jumat pekan lalu.

Selain itu, OJK juga mengirimkan surat kepada manajemen perbankan agar meningkatkan pengawasan dan menerapkan langkah pencegahan.

OJK meminta setiap bank memantau aktivitas sistem selama 24 jam. Jika menemukan transaksi atau aktivitas mencurigakan, bank harus segera mengambil tindakan.

Bahkan, bank dapat menghentikan sementara transaksi tertentu untuk melakukan pemeriksaan dan klarifikasi.

Apakah Bank di Indonesia Sudah Berhasil Diretas?

Masyarakat perlu memahami perbedaan antara percobaan serangan siber dan keberhasilan peretasan.

Data FortiGuard Labs menunjukkan aktivitas ancaman yang terdeteksi oleh sistem pemantauan. Namun, angka tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh serangan berhasil menembus sistem perbankan.

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya juga mengingatkan bahwa angka percobaan serangan tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti sistem bank telah dibobol.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu langsung panik, tetapi tetap harus meningkatkan kewaspadaan.

Serangan Siber Perbankan Dunia Juga Meningkat

Ancaman serupa turut terjadi di sejumlah negara.

Di Prancis, Crédit Mutuel Arkéa melaporkan kehilangan dana sekitar 100 juta euro akibat serangan siber. Sementara itu, di Taiwan, Bank SinoPac mengungkap transaksi ilegal yang berdampak pada 419 nasabah dengan nilai lebih dari NT$40 juta.

Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa lembaga keuangan di berbagai negara menghadapi risiko keamanan digital yang semakin kompleks.

Nasabah Diminta Lebih Berhati-hati

Di tengah meningkatnya ancaman siber, masyarakat perlu menjaga keamanan rekening masing-masing.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Jangan pernah memberikan PIN, OTP, dan kata sandi kepada siapa pun.
2. Hindari mengklik tautan mencurigakan melalui SMS atau WhatsApp.
3. Jangan memasang aplikasi perbankan dari sumber tidak resmi.
4. Aktifkan notifikasi transaksi rekening.
5. Segera hubungi bank jika menemukan transaksi yang tidak dikenal.

Kesimpulan

Meningkatnya aktivitas serangan siber menjadi peringatan bagi industri perbankan Indonesia. OJK meminta seluruh bank meningkatkan pengawasan selama 24 jam. Meski demikian, tingginya jumlah percobaan serangan tidak berarti sistem perbankan Indonesia telah berhasil dibobol.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *