Beranda / Health / Sering Susah BAB? Kenali 7 Penyebab Sembelit dan Cara Mengatasinya

Sering Susah BAB? Kenali 7 Penyebab Sembelit dan Cara Mengatasinya

Sembelit

BACAAKU.COM – Sembelit atau konstipasi menjadi salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami masyarakat. Kondisi ini membuat seseorang kesulitan buang air besar (BAB), harus mengejan lebih kuat, hingga merasa perut tidak nyaman.

Banyak orang menganggap sembelit sebagai masalah biasa. Padahal, kebiasaan susah BAB yang terus berulang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pola makan rendah serat, kurang minum air putih, dan jarang berolahraga menjadi beberapa faktor yang dapat memicu sembelit. Selain itu, kebiasaan menahan keinginan BAB juga bisa memperburuk kondisi pencernaan.

Lantas, apa saja penyebab sembelit dan bagaimana cara mengatasinya?

Mengenal Sembelit dan Gejalanya

Sembelit atau konstipasi terjadi ketika seseorang mengalami kesulitan mengeluarkan tinja. Kondisi ini juga dapat menyebabkan frekuensi BAB berkurang hingga kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Penderita biasanya merasakan beberapa gejala, seperti tinja keras, perut kembung, sulit mengejan, dan sensasi BAB yang tidak tuntas.

Namun, setiap orang memiliki pola BAB berbeda. Karena itu, frekuensi BAB tidak selalu menjadi satu-satunya penentu seseorang mengalami sembelit.

7 Penyebab Sembelit yang Sering Diabaikan

Sejumlah kebiasaan sehari-hari ternyata dapat memengaruhi kesehatan pencernaan. Berikut tujuh penyebab sembelit yang perlu masyarakat ketahui.

1. Kurang Mengonsumsi Sayur dan Buah

Kurangnya asupan serat menjadi salah satu penyebab umum sembelit. Serat membantu meningkatkan volume tinja sekaligus mendukung pergerakan usus.

Jika seseorang jarang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, tinja dapat menjadi lebih keras dan sulit keluar.

Untuk mengatasinya, tambahkan pepaya, pir, apel, jeruk, brokoli, dan sayuran hijau ke dalam menu harian.

2. Jarang Minum Air Putih

Kurangnya cairan dapat membuat tinja menjadi keras. Kondisi tersebut terjadi ketika usus menyerap lebih banyak air dari sisa makanan.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mencukupi kebutuhan cairan setiap hari. Selain air putih, buah dan sayuran juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

3. Terlalu Lama Duduk dan Jarang Berolahraga

Kebiasaan duduk terlalu lama dapat mengurangi aktivitas fisik sehari-hari. Padahal, gerakan tubuh membantu menjaga fungsi pencernaan.

Untuk mengurangi risiko sembelit, cobalah berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan olahraga ringan secara rutin.

4. Sering Menahan Keinginan BAB

Kesibukan bekerja terkadang membuat seseorang menunda ke toilet. Kebiasaan tersebut dapat mengganggu pola buang air besar.

Karena itu, segera gunakan toilet ketika tubuh memberikan sinyal ingin BAB. Biasakan juga menggunakan toilet pada waktu yang teratur, misalnya setelah sarapan.

5. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Rendah Serat

Makanan cepat saji, daging olahan, dan camilan rendah serat dapat memperburuk sembelit jika seseorang terlalu sering mengonsumsinya.

Sebagai gantinya, pilih makanan alami yang mengandung serat tinggi. Misalnya, oatmeal, kacang-kacangan, buah, dan sayuran.

6. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan sembelit. Contohnya obat pereda nyeri golongan opioid, suplemen zat besi, dan obat antasida tertentu.

Jika seseorang mengalami susah BAB setelah mengonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan masalah tersebut kepada dokter atau apoteker.

7. Gangguan Kesehatan Tertentu

Sembelit tidak selalu muncul akibat pola hidup yang kurang sehat. Beberapa penyakit juga dapat memengaruhi pergerakan usus.

Diabetes, hipotiroidisme, dan gangguan saraf termasuk kondisi yang dapat memicu sembelit. Jika masalah ini sering berulang, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya.

7 Cara Mengatasi Sembelit agar BAB Kembali Lancar

Masyarakat dapat melakukan beberapa perubahan sederhana untuk membantu mengatasi sembelit ringan.

Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayuran

Pilih buah yang kaya serat seperti pepaya, pir, apel, dan jeruk. Selain itu, konsumsi sayuran hijau secara rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Penuhi Kebutuhan Air Putih

Minumlah air putih secara teratur sepanjang hari. Cairan membantu menjaga konsistensi tinja agar lebih mudah keluar.

Lakukan Aktivitas Fisik

Luangkan waktu untuk berjalan kaki atau melakukan olahraga ringan. Aktivitas fisik secara rutin membantu menjaga pergerakan saluran pencernaan.

Biasakan BAB Secara Teratur

Jangan menunda keinginan BAB. Selain itu, cobalah membangun rutinitas buang air besar setiap pagi setelah sarapan.

Konsumsi Makanan Fermentasi

Yoghurt dan makanan fermentasi tertentu mengandung mikroorganisme yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan.

Tambahkan Serat Secara Bertahap

Tingkatkan konsumsi serat secara perlahan agar tubuh dapat beradaptasi. Cara ini juga membantu mengurangi risiko perut kembung akibat peningkatan serat secara mendadak.

Konsultasikan Penggunaan Obat Pencahar

Jika perubahan pola hidup belum membantu, konsultasikan penggunaan obat pencahar kepada dokter atau apoteker. Hindari penggunaan obat tersebut secara berlebihan tanpa pengawasan tenaga medis.

Jangan Abaikan Sembelit yang Berlangsung Lama

Meskipun sembelit sering dianggap sebagai gangguan ringan, masyarakat tetap perlu memperhatikan gejalanya.

Segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter jika sembelit terus berulang, muncul darah saat BAB, berat badan turun tanpa sebab, atau mengalami nyeri perut yang tidak biasa.

Jika seseorang mengalami nyeri perut hebat, muntah, perut membengkak, serta tidak bisa BAB maupun buang gas, segera cari pertolongan medis.

Jaga Kesehatan Pencernaan Mulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Sembelit dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Namun, masyarakat bisa mengurangi risikonya dengan memperbaiki pola makan, mencukupi kebutuhan cairan, dan rutin bergerak.

Jangan menunggu sampai sembelit mengganggu aktivitas. Mulailah menjaga kesehatan pencernaan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *